Kebutuhan informasi dan wawasan baru sangat diperlukan tidak hanya untuk kalangan akademisi tapi juga untuk masyarakat yang haus akan ilmu pengetahuan. Banyak sumber yang menyediakan berbagai info dan dapat diuji kebenarannya. Salah satu media untuk mendapatkan informasi dan wawasan baru adalah melalui bahan bacaan berupa artikel jurnal. Tersedia banyak jenis artikel dan jurnal yang informative dan dapat diakses oleh siapapun dan dalam waktu kapanpun. Contohnya adalah jurnal tentang sebuah isu politik.

Identitas Di Dalam Prinsip Unity In Diversity

Gagasan mengenai Unity in diversity atau Bhinneka Tunggal Ika yang secara sederhana berarti berbeda-beda tapi tetap satu, dianut oleh bangsa indonesia yang memiliki keragaman sosial dan budaya. Prinsip itu dipercaya sebagai pengingat sekaligus pemersatu bangsa sejak dulu kala. Namun, seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa tantangan yang berkaitan dengan melemahnya konsep unity in diversity ditengah-tengah masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan adanya perkembangan politik identitas yang tanpa disadari hadir untuk menggoyahkan rasa “kesatuan” yang dibangun sejak lama.

Berbicara mengenai identitas, setiap individu memiliki ciri khas yang menjadi karakter utama di dalam dirinya. Identitas dijadikan penanda dan titik kesamaan bagi beberapa orang yang memiliki karakteristik yang sama. Orang-orang yang merasa memiliki kesamaan inilah yang mendasari pembentukan kelompok-kelompok dalam masyarakat.  Di dalam sebuah masyarakat itu sendiri  terdapat karakteristik yang biasanya ditampilkan untuk membedakan dengan kelompok lain, seperti bahasa, adat istiadat, etnis, ras dan bahkan agama.

Di indonesia, walaupun tersebar beberapa suku, agama, ras dan adat istiadat yang majemuk, namun masyarakatnya masih menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan bangsa indonesia. Sikap itu merupakan cerminan dari prinsip utama tadi yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Seiring berkembangnya zaman, beberapa tantangan muncul sebagai akibat dari adanya perbedaan identitas. Jika dahulu hanya di dalam konteks yang tidak begitu besar, namun saat ini menjadi salah satu tantangan besar yang dapat melunturkan prinsip indonesia. Dengan adanya masalah yang berkaitan dengan identitas, masyarakat indonesia lebih reaktif dan ekspresif dalam menyampaikan pandangan yang mereka yakini.

Salah satu tantangan yang muncul saat ini yaitu adanya politik identitas. Dikutip dari jurnal digilib.unila.ac.id, politik identitas adalah salah satu tindakan politik yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang memiliki kesamaan identitas baik dalam hal etnis, gender, budaya, dan agama untuk mencapai kepentingan-kepentingan pribadi maupun anggota kelompok. Bentuk politik identitas tidak dapat dianggap sepele mengingat dampaknya yang berakibat pada perpecahan. Tindakan ekstrim dalam  menunjukkan sebuah karakter yang dimiliki oleh individu atau sebuah kelompok berpotensi menggiring konflik yang baru di dalam sebuah masyarakat.

Publik tentu tidak asing dengan  kasus yang menimpa salah satu politisi yang beretnis tionghoa, yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok. Dia diduga melakukan penistaan agama dalam kampanye yang dilakukan pada pilkada di DKI Jakarta. Mungkin kasus serupa sering terjadi, namun yang menjadi sorotan publik adalah etnis dan agama yang dimiliki oleh politisi tersebut. Masyarakat menjadikan alasan identitas tersebut untuk kemudian menyalahkan tindakan yang dia lakukan. Namun, beberapa ahli menilai bahwa kasus tersebut merupakan bentuk politisasi identitas yang sengaja dilakukan untuk melemahkan Ahok. Hal ini karena Ahok dinilai berpotensi kuat untuk menang di pilkada, sehingga kasus yang menjeratnya dijadikan peluang untuk menggiring opini masyarakat bahwa ia bersalah dan tidak layak untuk dipilih.

Kasus tersebut merupakan politisasi identitas jangka pendek dalam konteks pilkada yang berkaitan dengan  identitas berupa etnis dan agama. Dampaknya cukup berbahaya untuk memecah opini publik yang rawan untuk menyerap informasi sensitif. Melihat kasus yang menjerat Ahok, setiap orang berpotensi mengalami hal yang serupa. Oleh sebab itu politisasi identitas dinilai sebagai bagian dari kejahatan demokrasi yang praktik-praktiknya sudah seharusnya diberhentikan.

Jalan yang dapat diambil untuk mempertahankan identitas di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara namun tidak melupakan prinsip Bhinneka Tunggal Ika yaitu dengan mengembangkan rasa nasionalisme. Sikap konkret yang dapat diambil yaitu menumbuhkan sikap tenggang rasa antar sesama di dalam lingkungan masyarakat. Sekalipun masyarakat dilingkungan tempat tinggal bersifat majemuk, namun bentuk kepedulian dan sikap saling menghargai harus diutamakan. Selain itu ikut serta dalam demokrasi yang sedang berlangsung juga merupakan bentuk nasionalisme yang harus dipertahankan. Memperkuat kapasitas intelektual dan moralitas juga dapat dilakukan untuk menghadapi perbedaan identitas yang ada. Dengan adanya intelektual dan moralitas yang tinggi, tentunya setiap orang dapat mengontrol tindakan yang dilakukan dan dapat menjadi cerminan karakter yang baik dari orang tersebut. Langkah terakhir yang mugkin dapat ditempuh yaitu mengapresiasi perbedaan dengan memperkuat kemampuan komunikasi. Dengan menerapkan komunikasi yang baik, tentu saja kesalahpahaman dapat diminimalisir sehingga konflik akibat perbedaan pandangan dapat berkurang. Upaya-upaya tersebut memang tidak mudah untuk dilakukan, namun jika ada semangat untuk menjadikan bangsa indonesia berkarakter namun tetap mengedepankan kesatuan, barangkali langkah itu dapat menjadi solusi terbaik saat ini.

Di atas adalah contoh jurnal artikel yang berkaitan dengan isu politik yang terjadi di Indonesia yang bisa Anda pesan kepada jasa penulis artikel.

 

Artikel Jurnal
Scroll to top