Masjid Ramlie Musofa

      Comments Off on Masjid Ramlie Musofa

Di Jakarta berbagai jenis bangunan berdiri degan berbagai bentuk dan keindahan tersendiri. Tidak terkecuali dengan bangunan masjid yang hampir berjumlah ribuan. Dari beberapa masjid yang ada, berdiri sebuah masjid dengan gaya kelas dunia yang mencuri perhatian berkat keindahannya.

Selain Masjid Istiqlal, berdiri pula Masjid Ramlie Musofa. Masjid ini berada di Jakarta Utara, tepatnya di Jl. Danau Sunter Raya Selatan Blok 1. Masjid ini dibangun pada tahun 2011 dan diresmikan pada tahun 2016 oleh imam besar Masjid Istiqlal. Tidak kalah dengan Masjid Baiturrahman yang di Aceh.

Masjid ini juga meniru gaya Taj Mahal India dengan dominasi warna putih. Masjid ini di bangun oleh keluarga H. Ramli Rasidin sebagai bentuk syukur dan mahabah kepada Allah. Masjid ini dibangun dengan kapasitas jamaah mencapai 1.000 jamaah. Dengan menampilkan perpaduan antara budaya Melayu, Cina dan Arab.

Kombinasi inilah yang membuat Masjid Ramlie Musofa menjadi lebih terkenal. Pendiri masjid merupakan seorang mualaf yang berasal dari keturunan Tionghoa, maka tidak heran jika bangunan masjid memiliki unsur cina. Banyak sekali hal unik yang ada dalam masjid ini. Baik dari dalam maupun luar masjid.

Nama masjid diambil dari nama keluarga yaitu Ramli Rasidin, Lie Njoek Kim, Muhammad Rasidin, Sofian Rasidin dan Fabianto Rasidin yang digabungkan menjadi Ramlie Musofa. Dengan alasan agar selalu dikenang oleh masyarakat.

unsplash.com

Menggunakan Tiga Bahasa

Sebelum masuk masjid, hal pertama yang akan dilihat adalah potongan surah Al-Qari’ah. Dan ketika menaiki tangga, di dinding samping kanan dan kiri tertulis Q.S Al-fatihah dengan menggunakan 3 bahasa yaitu Mandarin, Arab dan Indonesia.

Hal tersebut dibuat dengan tujuan untuk memudahkan para jamaah asing yang datang dari berbagai negara. Khususnya yang berasal dari Tionghoa. Dengan begitu, para pengunjung itu akan lebih cepat memahami.

Memiliki Dua Lift

Bangunan ini terdiri dari tiga lantai yang luas dan megah. Lantai pertama merupakan tempat ibadah kaum wanita dan tempat ijab qabul jika ada pasangan yang sengaja menginginkan ijab qabul di masjid ini. Pada lantai 2 dan 3 merupakan tepat ibadah kaum laki-laki.

Bangunan masjid dengan luas 2.000 meter persegi ini memiliki 2 lift dengan tujuan untuk mempermudah para penyandang disabilitas, lansia dan ibu hamil. Dengan begitu, tidak ada alasan untuk tidak shalat berjamaah di masjid ini. Selain memiliki dua lift, masjid ini juga memiliki tempat wudhu yang unik seperti di masjidil haram.

unsplash.com

Tempat Wudhu dengan Dilengkapi Tempat Duduk

Tempat wudu yang satu ini tentu berbeda dengan tempat wudhu masjid pada umumnya. Di sini, terdapat tempat duduk yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang kesusahan untuk berdiri lama.

Pada tempat ini juga dilengkapi dengan do’a sebelum dan sesudah wudhu serta tata cara wudhu yang baik dan benar. Lagi-lagi menggunakan tiga bahasa dengan tujuan memberikan kemudahan bagi yang belum memahami secara benar.

Dengan mengambil konsep Taj Mahal ini, pendiri masjid mengambil makna dari Taj Mahal yang memiliki sejarah Cinta yang luar biasa. Cinta itu diungkapkan kepada Allah, Islam dan Keluarga tentunya.

Masjid ini dirancang oleh seorang arsitektur non muslim bernama Julius Danu. Tampak dari depan memang seperti Taj Mahal akan tetapi bagian interior masjid terinspirasi dari masjid Nabawi termasuk jenis karpet kingdom.

Harga karpet masjid terbilang mahal karena disesuaikan dengan ornamen masjid. Batu-batu alam yang dipasang pada dinding dan lantai masjid didatangkan langsung dari Italia dan Turki. Baik batu alam maupun harga karpet masjid tersebut sesuai dengan keindahan yang dipancarkan.

unsplash.com

Pada bagian tengah terdapat satu kubah dome yang besar serta dikelilingi oleh empat kubah kecil. Setiap ke empat sudut terdapat balkon yang cukup luas. Pada bagian dinding dihiasi dengan motif geometris seperti asli Timur Tengah.

Pada bagian pintu dibuat dengan tinggi mejulang seperti masjid yang ada di Persia dan Asia Tengah. Saat ini Masjid Ramlie Musofa tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah shalat dan aktivitas keagamaan.

Akan tetapi juga sebagai tempat wisata yang siapapun boleh masuk masjid ini termasuk orang non muslim yang ingin berfoto. Pada lantai 4 tempat kubah juga dapat dijangkau oleh pengunjung. Dengan seperti itu akan dapat menikmati pemandangan Danau Sunter yang menakjubkan dari atas.

Akses menuju ke masjid juga sangat terjangkau, bahkan Trans Jakarta pun melewati rute jalan ini.Itulah beberapa hal menarik dari Masjid Ramlie Musofa yang terinspirasi dengan berbagai hal. Bangunan yang tinggi dan megah lebih dari rumah-rumah megah yang ada di lingkungan itu.

Pendiri masjid ini juga berharap bahwa selamanya masjid ini di fungsikan sebagaimana mestinya. Selain itu juga sebagai amal jariah yang tidak akan terputus selagi masih ada dan terus mengalir manfaatnya.